November 12, 2019

Demam Tak juga Turun, Kapan Waktu Tepat Cek Darah?

Demam yang tak juga turun atau justru makin tinggi sudah sewajarnya dicurigai. Kapan waktu yang tepat untuk cek darah?

Demam adalah salah satu gejala yang paling umum terjadi pada hampir semua orang, baik anak-anak maupun dewasa. Demam yang tak terlalu tinggi umumnya tak terlalu dikhawatirkan. Namun, jika demam tak kunjung turun, atau demam makin tinggi, Anda patut khawatir. Jika ini terjadi, kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk cek darah?

Pertama-tama, dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter menjelaskan, suhu normal tubuh berkisar antara 35,5-37,5 derajat Celcius pada orang dewasa dan 36-37,5 derajat Celcius pada anak-anak.

“Suhu tubuh bisa berubah-ubah, tergantung metabolisme dan kondisi yang terjadi di dalam tubuh. Selama dalam batas normal, Anda tak perlu khawatir,” katanya mengingatkan.

Tak hanya itu, menentukan seseorang demam atau tidak tak cukup hanya dengan menempelkan telapak tangan di dahi.

“Anda dikatakan demam jika suhu tubuh yang diukur dengan termometer di ketiak atau telinga menunjukkan angka 38 derajat Celcius atau lebih,” tegas dr. Dejandra.

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala. Demam adalah respons tubuh saat melawan infeksi. Selain infeksi, dr. Dejandra juga menambahkan bahwa demam juga bisa disebabkan karena dehidrasi, alergi, ataupun heat stroke.

Tips mengatasi demam

Demam bisa bikin tak nyaman. Pada anak-anak, demam bisa bikin anak rewel. Lakukan ini untuk mengatasi demam sebelum akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.

  • Minum obat penurun panas.
  • Perbanyak minum demi kecukupan kebutuhan cairan tubuh. Saat demam, tubuh akan lebih mudah dehidrasi dan sebaliknya. Demam akibat dehidrasi sering terjadi pada anak-anak.
  • Kompres dingin. Pada anak-anak, berikan kompres dingin atau dengan es atau cool pack di dahi, leher, ketiak, dan lipat lutut.
  • Jangan pakai pakaian yang terlalu tebal. Saat demam, tubuh berusaha mengeluarkan panas tubuh. Jika pakaian terlalu tebal, keluarnya panas menjadi terhalang, sehingga suhu tubuh tidak turun.

Kapan perlu cek darah?

Apabila penyebab yang Anda alami adalah infeksi, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk lakukan pemeriksaan darah.

“Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah cek darah rutin, yaitu hemoglobin (Hb), leukosit (sel darah putih), hematokrit, dan trombosit (sel keping darah). Pemeriksaan ini cukup cepat pengerjaannya dan dapat digunakan untuk diagnosis penyakit akibat infeksi,” jelas dr. Dejandra.

“Cek darah lainnya seperti hitung jenis leukosit, widal, laju endap darah (LED), atau sediaan apus darah tepi atau preparat darah (SADT) mungkin dilakukan sesuai indikasi,” lanjutnya.

Sedangkan untuk waktu yang tepat, dr. Dejandra menyarankan cek darah rutin dilakukan saat demam menginjak hari ke-3. Kalau kurang dari itu, biasanya tubuh belum banyak bereaksi, sehingga hasil yang didapat bisa negatif palsu.

Cek darah tersebut bisa mengetahui kadar trombosit jika Anda curiga demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, jika masih demam lebih dari seminggu, pemeriksaan darah, termasuk widal, sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi penyakit demam tifoid (tifus).

Saat demam, tak usah buru-buru menemui dokter. Lakukan beberapa cara mengatasi demam yang disebut di atas. Jika pada hari ke-3 demam tak juga turun, inilah waktu yang tepat untuk pertimbangkan cek darah. Namun, jika demam Anda lebih dari 40 derajat Celcius, terjadi penurunan kesadaran, lemah, atau terjadi pada bayi di bawah usia 3 bulan, cari bantuan medis secepatnya.

shares