October 19, 2019

Berita Timnas Indonesia Jelang Laga Uji Coba Melawan Myanmar

Berita Timnas Indonesia Jelang Laga Uji Coba Melawan Myanmar

Salah satu berita timnas indonesia datang dari persiapan menjelang laga melawan Myanmar pada tanggal 25 Maret mendatang. Manajer timnas Simon McMenemy kini tengah memimpin pemusatan latihan di Bali setelah sebelumnya menjalani pemusatan latihan di Australia. Tim nasional Indonesia akan menjalani laga uji coba pada jeda internasional bulan Maret ini. Laga tersebut akan berlangsung pada hari Senin, 25 Maret 2019 di Stadion Mandalar Thiri. Laga tersebut bisa menjadi ajang pembuktian perkembangan tim nasional setelah ditangani oleh manajer asal Skotlandia tersebut.

Pemusatan Latihan Di Bali Menghiasi Berita Timnas Indonesia

Sejak menangani tim nasional senior; mantan manajer FC Bhayangkara, Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya tersebut menunjukkan keberanian untuk melakukan eksperimen dengan formasi dan strategi. McMenemy juga dikenal tegas dalam hal memilih pemain yang masuk dalam pemusatan latihan. Menjelang laga melawan Myanmar; McMenemy menambah 3 orang pemain ke dalam pemusatan latihan. Ketiga pemain tersebut adalah Riko Simanjuntak, Muhammad Ridho dan Hansamu Yama. Ketiga pemain tersebut absen pada pemusatan latihan di Australia dengan izin dari manajemen tim nasional. Kehadiran tiga pemain tersebut telah melengkapi skuad yang dipersiapkan berangkat ke Myanmar pada pekan mendatang.

Meski telah ditambah dengan 3 pemain baru; tetapi tim nasional Indonesia juga masih menanti 1 orang pemain lagi yang telah dipanggil oleh McMenemy. Pemain yang masih belum bergabung tersebut adalah bek tengah Yanto Basna. Pemain asal Papua tersebut kini bermain untuk klub Sukhothai di Liga Thailand. Dalam salah satu berita timnas indonesia yang beredar; Yanto dikabarkan baru akan bergabung dengan rekan – rekannya setelah skuad Garuda berangkat ke Myanmar. Sebelum berangkat; tim nasional masih akan menjalani satu laga uji ocba melawan Bali United pada tanggal 20 Maret. Sayang laga uji coba tersebut dinyatakan sebagai laga tertutup sehingga tidak dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

Simon McMenemy Memberi Penjelasan Tentang Pilihan Pemain Depan

Salah satu berita timnas indonesia yang menarik perhatian jelang laga uji coba melawan Myanmar adalah tidak dipanggilnya penyerang Boaz Solossa. Manajer tim nasional Simon McMenemy lebih memilih trio Ilija Spasojevic dari Bali United, Samsul Arif dari Barito Putera dan Dedik Setiawan dari Arema FC sebagai pilihan utamanya. Terkait kabar tersebut; McMenemy angkat bicara mengenai alasan dirinya tidak memanggil Boaz.

McMenemy mengaku dirinya melihat Boaz dengan cara yang berbeda; sama halnya dirinya melihat Spasojevic, Samsul Arif dan Dedik yang ia pilih untuk berangkat ke Myanmar. Sang manajer mengaku gaya permainan dan strategi yang ingin ia mainkan lebih cocok untuk ketiga pemain depan pilihannya tersebut.

Kejutan justru datang dari keputusan McMenemy memanggil Otavio Dutra ke pemusatan latihan yang sudah dilakukan. Berita timnas indonesia terkait keputusan McMenemy memanggil pemain Persebaya Surabaya tersebut menjadi sorotan karena status Dutra yang belum resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Sang manajer beralasan sosok Dutra bisa sangat bermanfaat di dalam dan di luar lapangan; terutama sebagai teladan bagi para pemain muda. McMenemy menyebut Dutra sebagai sosok pemain yang profesional dan mampu membedakan hal – hal yang benar dan salah di dalam serta di luar lapangan. Karakter tersebut disebut sang manajer bisa mendorong para pemain yang tergabung dalam pemusatan latihan menjadi lebih baik.

Target Simon McMenemy Bersama Timnas Indonesia

Laga uji coba melawan Myanmar mendatang merupakan debut Simon McMenemy sebagai manajer tim nasional Indonesia dalam pertandingan resmi internasional. Sang manajer baru akan bertugas memimpin timnas Indonesia menjalani kualifikasi Piala Dunia 2022 dan kualifikasi Piala Asia 2023. Sedangkan pada tahun depan; McMenemy menyebut Piala AFF sebagai turnamen utama yang ingin ia menangkan. Salah satu berita mengenai timnas indonesia yang cukup menarik memang datang dari pernyataan sang manajer bahwa dirinya mematok target mampu membawa timnas Indonesia ke peringkat 120 pada akhir tahun 2020 saat kontraknya berakhir. Kini Indonesia berada di peringkat 159 per 7 Februari 2019; sedangkan peringkat terbaik yang pernah diraih skuad Garuda adalah 76 pada bulan Juli 1998.

shares