August 16, 2018

Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha

Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha

Sebentar lagi umat muslim akan merayakan hari raya idul adha atau juga dikenal dengan hari raya qurban karena pada hari tersebut umat muslim yang mampu dianjurkan untuk berkurban. Ada banyak hikmah yang tentunya bisa  didapatkan oleh umat muslim saat perayaan idul Adha. Berbagai hikmah bisa dipetik terutama dengan melihat bagaimana kisah dari Nabi Ibrahim A.S. bagi umat muslim yang mampu maka sangat dianjurkan untuk berkurban karena bisa dijadikan sebagai kendaraan kelak di akhirat nanti untuk bisa melewati jembatan yang menuju surga. Selain hikmah yang harus diketahui dan bisa didapatkan, umat muslim juga harus mengetahui mengenai idul adha puasa berapa hari, hal ini lah yang menjadi pertanyaan banyak umat muslim. Karena memang puasa yang mendekati hari raya idul Adha belum begitu familiar seperti puasa Ramadhan yang dijalankan satu bulan lamanya. Sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijah atau juga hari dimana sebelum dari Idul Adha adalah waktu yang istimewa serta mempunyai keutamaan yang sangat besar jika dibandingkan dengan bulan yang lainnya, yang mana ada beberapa jenis ibadah yang dapat dilaksanakan di satu waktu misalnya saja shadaqoh, qurban, shalat ied, ibadah haji sampai dengan melaksanakan puasa Sunnah dimana dilaksanakan di tanggal 8 serta 9. Puasa itu disebut sebagai puasa arafah serta tarwiyah.

Selain dari puasa ramadahan, puasa arafah dan juga tarwiyah adalah puasa yang cukup banyak diketahui oleh masyarakat, atau sebagian besar dari umat muslim sendiri sudah mengetahui dan menjalankan puasa tersebut. biasanya puasa tersebut dilakukan oleh umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa tersebut mempunyai keutamaan yang sangat besar, dan sunnahnya sendiri akan lebih untuk dianjurkan. Dengan begitu apabila Anda ingin bisa mendapat adanya keunggulan bulan Dzulhijjah maka sebaiknya tidak meninggalkan puasa tersebut. pada awal dari bulan Dzulhijjah sendiri sebaiknya Anda awali dengan adanya niat untuk puasa arafah sehingga sudah berniat untuk bisa mengerjakan puasa tersebut. beberapa umat muslim mungkin belum mengetahui dengan benar mengenai puasa tersebut.

Beberapa Keutamaan dan Manfaat Puasa Idul Adha

Puasa yang sebelum hari raya Idul Adha tersebut tidak hanya Sunnah dilaksanakan di tanggal 9 dan 8 bulan Dzulhijjah, akan tetapi puasa tersebut sangat dianjurkan dilaksanakan mulai tanggal 1 Dzulhijjah. Sehingga yang dimaksudkan denganpuasa sebelum hari raya Idul Adha yaitu dapat dilaksanakan sebanyak Sembilan dari hari pertama dikarenakan di tanggal 10 bula Dzulhijjah tersebut diharamkan untuk puasa dikarenakan waktu itu merupakan perayaan dari idul Adha sendiri, yang sudah ditentukan serta ditetapkan oleh syartai bahwa pada kedua dari hari raya adalah waktu yang tidak diperbolehkan atau juga dilarang untuk berpuasa. Apabila imat muslim merasakan keberatan atau juga tidak memungkikan untuk mengerjakan puasa tersebut selama Sembilan hari, maka diusahakan untuk dapat berpuasa sebanyak dua hari yaitu pada arafah serta tarwiyah, dikarenakan sangat sayang jika kedua puasanya ditinggalkan. Terlebih Anda bisa melihat bagaimana keutamaan yang mana dijelaskan dalam hadist mengenai puasa tersebut. puasa tersebut memiliki nilai berupa bisa menghapuskan dosa dimana yang dilakukan setahun yang lalu.

Karena keutamaan dari puasa arafah sendiri yang membuat banyak umat muslim jarang untuk meninggalkanya. Puasa tarwiyah sendiri diyakini bisa menghapuskan doa dimana dibuat selama setahun yang lalu, dan puasa arafah sendiri biasanya identik pada puasa sehari dimana bisa menghapuskan dosa selama dua tahun. Hal ini seperti dijelaskan pada HR Muslim. Puasa tarwiyah sendiri memiliki makna yaitu merenung atau juga berpikir. Puasa ini dilaksanakan yaitu pada 8 Dzulhijjah, hari dimana sebelum wukuf dilakukan. Dijelaskan juga bahwa umat muslim yang melaksanakan kedua puasa tersebut nantinya akan dianugerahkan Allah SWT berupa 10 macam jenis kemuliaan. Kesepuluh kemuliaan tersebut yaitu Allah akan memberikan keberkahan pada hidupnya, bertambahkan hartanya, dijaminkan kehidupan rumah tangga, dibersihkan dari segala jenis dosa serta kesalahan dimana sudah lalu, serta juga dilipatgandakan adanya amal serta juga ibadah yang dilakukan.

Hikmah Puasa Saat Sebelum Idul Adha

Selain berbagai hikmah tersebut, umat muslim yang beribadah atau berpuasa pada dua hari itu nantinya akan dimudahkan dalam kematiannya, akan diterangi kuburnya selama alam barzah, serta diberatkan timbangan dari amal baik pada padang Mahsyar, serta diselamatkan dari adanya kejatuhan dudukan pada dunia dan juga dinaikan martabat umat tersebut pada sisi Allah SWT. Puasa sendiri memang memiliki banyak sekali manfaat untuk umat muslim. Terlebih jika terdapat keutamaan untuk melakukannya. Setiap umat muslim tentunya ingin mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah saat di akhirat nanti. Sehingga segala jenis perintah Allah harus dilakukan agar bisa mendapatkan pahala dan juga ridha dari Allah SWT. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kedua puasa tersebut. anda tentunya termasuk umat muslim yang ingin mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah pada akhirat nanti, oleh karenanya saat memasuki bulan Dzuhijjah sebaiknya sudah niat untuk melakukan kedua puasa tersebut. bulan dzulhijjah sendiri merupakan bulan dimana umat muslim menjalankan haji yang mana sesuai pada rukun islam yang ke lima. Selain itu bulan ini juga umat muslim melaksanakan ibadah berupa memotong hewan kurban dengan memotong berbagai jenis binatang ternak seperti misalnya saja sapi, domba, unta, kambi serta berbagai jenis hewan yang semacamnya. Puasa sebelum hari raya Idul Adha sendiri berbeda dengan puasa Ramadhan yang memiliki hukum wajib. Puasa idul adha sendiri adalah puasa yang hukumnya adalah Sunnah. Hal ini diartikan bahwa sangat lah dianjurkan untuk bisa dikerjakan akan tetapi jika tidak mengerjakan atau melakukannya tidak akan berdosa.

Sebagai umat muslim tentunya kita juga harus mengetahui sejarah singkat dari kedua puasa tersebut. puasa tersebut adalah puasa dimana pada jaman dari Nabi Ibrahim AS, yaitu di tanggal 8 Dzulhijjah, nabi Ibrahim mendapatkan mimpi dimana sangat mengejutkan. Mimpi tersebut adalah perintah guna menyembelih anakya yaitu Nabi Ismail. Puasa tarwiyah sendiri asal katanya adalah ra’yu yang merupakan artinya adalah melihat. Pada hari tersebut nabi Ibrahim sangatlah bimbang karena mimpinya tersebut. kemudian keesokan harinya, datanglah jawaban dimana mimpi itu memang asalnya dari Allah. Beliau kembali mendapatkan mimpi dan memang sangat jelas bahwa perintah dari Allah SWT.

Dengan berbagai penjelasan diatas tentunya sudah tidak banyak yang bertanya mengenai puasa idul Adha berapa hari, karena sudah sangat jelas diterangkan diatas. Puasanya bisa dilaksanakan Sembilan hari sebelum idul Adha tetapi jika keberatan maka yang utama adalah melaksanakan puasa tarwiyah dan juga arafah. Kedua puasa tersebut sangat diutamakan untuk dilaksanakan oleh umat muslim karena memang manfaat dan hikmahnya yang sangat besar untuk dilakukan oleh umat muslim. Umat muslim harus mengetahuinya dengan baik agar semangat untuk mendapatkan pahala dan keridhaan dari Allah SWT untuk bisa melaksanakannya.

shares